bahaya kabut asap kebakaran hutan
|

Kabut Asap Kebakaran Hutan Mengintai, Ini Cara Lindungi Paru-paru

Sejumlah wilayah Indonesia belakangan kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Situasi ini tentu berdampak langsung pada kualitas udara yang kita hirup sehari-hari, terutama bagi warga yang tinggal di area terdampak.

Kenapa Kabut Asap Berbahaya bagi Kesehatan

Asap kebakaran hutan mengandung partikel halus yang bisa masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Partikel-partikel ini berpotensi memicu iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, bahkan bisa memperburuk kondisi bagi mereka yang sudah punya riwayat gangguan pernapasan seperti asma.
Paparan jangka panjang terhadap kualitas udara buruk juga berkaitan dengan meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit paru kronis perlu ekstra waspada saat kabut asap melanda wilayah tempat tinggal mereka.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti  sejumlah wilayah Kalimantan. Bukan cuma soal jarak pandang, udara yang kita  hirup juga ikut terdampak. 🌫️🔥 Partikel halus seperti PM2.5 dapat masuk

Batuk-batuk yang tidak kunjung reda, sesak napas, mata perih dan berair,
hingga sakit tenggorokan jadi beberapa gejala umum akibat paparan kabut asap.
Kalau gejala ini muncul dan terus memburuk, sebaiknya segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, terutama jika disertai demam atau kesulitan bernapas yang signifikan.
Jangan anggap remeh gejala ringan sekalipun, karena paparan berulang dalam waktu lama bisa berdampak kumulatif terhadap kesehatan paru-paru dalam jangka panjang.

Langkah Perlindungan di Rumah

Selama kualitas udara memburuk, usahakan meminimalkan aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam ketika kabut asap paling pekat. Gunakan masker berkualitas baik saat harus beraktivitas di luar rumah, idealnya masker yang mampu menyaring partikel halus dengan efektif.
Di dalam rumah, tutup rapat pintu dan jendela untuk meminimalkan asap yang masuk. Kalau memungkinkan, gunakan air purifier untuk membantu menyaring partikel berbahaya di udara dalam ruangan.

Jaga Daya Tahan Tubuh dari Dalam

Selain perlindungan fisik, menjaga asupan nutrisi yang cukup juga penting selama masa kabut asap. Perbanyak konsumsi air putih untuk membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Makanan kaya antioksidan seperti buah dan sayur segar juga membantu tubuh melawan efek negatif paparan polusi udara dari dalam.
Istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kondisi udara buruk juga jadi langkah bijak untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima di tengah situasi yang tidak ideal ini.
Sumber:

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *