panese Walking jadi tren olahraga viral TikTok. Simak cara melakukannya dan manfaat ilmiahnya untuk tekanan darah dan gula darah.
Japanese Walking menjadi salah satu tren olahraga paling banyak dibicarakan di TikTok belakangan ini.
Berbeda dari jalan kaki biasa, metode ini menggabungkan interval cepat dan lambat yang diklaim memberikan manfaat kesehatan lebih signifikan dibanding jalan santai biasa.
Japanese Walking, atau dikenal juga dengan istilah interval walking training,
adalah metode berjalan kaki yang mengombinasikan siklus jalan cepat dan jalan lambat secara bergantian.
Metode ini pertama kali dikembangkan oleh peneliti Jepang sebagai alternatif olahraga yang lebih efisien dibanding jalan kaki dengan intensitas datar.
Berbeda dengan tren jalan kaki lain yang lebih menekankan jumlah langkah harian,
Japanese Walking berfokus pada variasi intensitas selama sesi latihan berlangsung,
sehingga tubuh mendapat manfaat latihan interval tanpa harus melakukan olahraga berat seperti lari.
Metode ini dilakukan dengan pola sederhana: tiga menit jalan cepat dengan intensitas cukup tinggi, dilanjutkan tiga menit jalan santai untuk pemulihan.
Siklus cepat-lambat ini diulang secara bergantian hingga total durasi latihan mencapai sekitar 30 menit.
Pola interval ini membuat tubuh mendapatkan manfaat latihan intensitas tinggi,
namun tetap terasa aman karena ada jeda pemulihan di setiap pergantian ritme. Kamu bisa melakukannya di taman,
sekitar kompleks rumah, atau bahkan menggunakan treadmill di rumah maupun gym.
Japanese Walking terbukti dapat meningkatkan kapasitas aerobik, sehingga tubuh menjadi lebih efisien dalam menggunakan oksigen selama aktivitas fisik berlangsung.
Metode ini juga efektif membantu menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah, sekaligus mendukung kesehatan jantung dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.
Selain manfaat kardiovaskular, latihan ini juga membantu memperkuat otot paha dan menjaga keseimbangan tubuh,
dua aspek yang sering luput dari perhatian pada olahraga jalan kaki biasa.
Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah membantu manajemen berat badan serta penurunan lemak tubuh melalui pembakaran kalori yang lebih optimal berkat variasi intensitas latihan.
Japanese Walking dinilai cocok bagi individu yang rentan cedera atau baru memulai rutinitas olahraga,
karena intensitasnya bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing tanpa harus memaksakan diri berlari.
Metode ini juga jadi pilihan menarik bagi orang yang bosan dengan olahraga monoton dan ingin variasi latihan baru yang tetap mudah dilakukan.
Meski begitu, bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan jantung atau sendi, tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai metode latihan interval ini, terutama untuk menentukan intensitas jalan cepat yang aman sesuai kondisi tubuh masing-masing.
Japanese Walking menawarkan cara baru berolahraga yang lebih efisien dibanding jalan kaki biasa, dengan manfaat ilmiah yang cukup kuat untuk kesehatan jantung, tekanan darah, dan gula darah. Tren ini layak dicoba bagi kamu yang ingin variasi olahraga ringan namun tetap efektif. Penjelasan lengkap metode ini bisa dibaca di Hypeabis. Kamu juga bisa membaca tren kebugaran lain seperti creatine untuk wanita atau jelajahi kanal Kesehatan di dieteticienne.org.
*Catatan: artikel ini murni edukasi umum dan bukan pengganti konsultasi medis profesional.*
