tren kimpul viral
|

Tren Kimpul Viral di TikTok, Ahli Gizi UNAIR Beri Penjelasan

Tren Kimpul Viral di TikTok, Ahli Gizi UNAIR Beri Penjelasan

Sebuah tren unik muncul tanpa disengaja di TikTok sepanjang Agustus 2026. Akun @black.sheep8208 menjadi sorotan karena rutin menggunakan bahan bernama kimpul untuk membuat berbagai hidangan, mulai dari mashed potato hingga seblak.

Fenomena ini pun menarik perhatian ahli gizi Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh, yang melihatnya sebagai momentum baik bagi diversifikasi pangan lokal Indonesia.

MASUK PTN | Belajar Online Interaktif Terbaik di Indonesia

Mengenal Kimpul, si Umbi yang Terlupakan

Viral di Media Sosial, Ternyata Kimpul adalah Umbi Lokal yang Selama Ini  Terlupakan

Kimpul adalah tanaman umbi-umbian lokal tradisional dari keluarga talas-talasan atau Araceae,

yang sebenarnya menyimpan kandungan gizi cukup besar.

Menurut Lailatul, kimpul punya potensi tinggi sebagai sumber karbohidrat alternatif berkat kandungan serat dan karakteristik patinya yang bagus.

Namun ia mengingatkan, kimpul lebih tepat diposisikan sebagai pangan diversifikasi,

bukan pengganti nasi sepenuhnya.

“Bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar memiliki pemikiran ‘kalau belum makan nasi, berarti belum makan’,

sepertinya kimpul hanya lebih tepat sebagai pangan diversifikasi dan substitusi parsial,” jelas Lailatul.

Beragam Olahan yang Bisa Dicoba

Selain dikukus atau direbus langsung, kimpul juga bisa diolah menjadi tepung yang berfungsi mensubstitusi terigu.

Tepung kimpul ini disebut Lailatul sebagai bentuk olahan paling potensial, karena bisa digunakan untuk membuat cookies, biskuit, brownies, cake, bolu, hingga pancake.

Tepung kimpul bahkan bisa dikombinasikan dengan sumber protein untuk dijadikan bubur bayi atau biskuit fortifikasi gizi.

Tantangan Mengubah Tren Jadi Kebiasaan

Meski viral, Lailatul mengingatkan bahwa momentum ini bisa saja hanya jadi tren sesaat kalau tidak dikelola dengan baik.

Tantangan terbesar bukan pada ketersediaan kimpul, melainkan mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah sangat terpaku pada nasi sebagai makanan pokok, ditambah kebutuhan pengolahan yang tepat untuk menghilangkan rasa gatal alami pada umbi ini.

Ia berharap viralitas kimpul bisa dimanfaatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah yang menjamin ketersediaan dan distribusi, akademisi yang meneliti keamanan dan manfaat gizinya, hingga pelaku usaha yang mengemas kimpul menjadi produk yang lebih familiar dan praktis dikonsumsi sehari-hari.

Sumber:

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *