Kasus ISPA Melonjak di Wilayah Karhutla, Kemenkes Kirim Ratusan Nakes

Dampak kesehatan dari kebakaran hutan dan lahan kembali jadi perhatian serius.
Kementerian Kesehatan melaporkan lonjakan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di sejumlah wilayah terdampak karhutla, terutama di Pulau Kalimantan.

Tren Penyakit ISPA di Wilayah Karhutla Melonjak, Kemenkes Kirim 314 Tenaga  Medis : Okezone News

Lonjakan Kasus yang Signifikan

Data resmi Kemenkes menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan.
Di Kalimantan Tengah saja, kasus ISPA melonjak 78,1 persen dalam kurun waktu satu minggu, dari 402 kasus menjadi 716 kasus.
Sementara di Kalimantan Barat, tercatat 151 kasus sejak Januari 2026, dengan lonjakan paling parah terjadi di wilayah Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.
Berdasarkan data per 21 Agustus 2026, setidaknya tujuh provinsi tercatat terdampak karhutla,
meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Selain ISPA, kasus asma dan iritasi pernapasan juga dilaporkan meningkat di wilayah-wilayah tersebut.

Kemenkes Kerahkan Ratusan Tenaga Medis

Merespons kondisi ini, Kemenkes memobilisasi sebanyak 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog.
Konsentrasi utama penempatan tenaga medis ini ada di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, dua provinsi dengan lonjakan kasus paling signifikan.
Selain tenaga medis, Kemenkes juga mendistribusikan bantuan logistik dalam jumlah besar, mencakup 278.940 masker, 56 unit oxygen concentrator,
pelindung wajah, 1.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung oxycan, delapan set alat pelindung diri, serta 33 dus makanan tambahan lengkap dengan obat-obatan dan vitamin.

Kenapa Respons Cepat Ini Penting

Partikel halus dalam kabut asap karhutla bisa masuk jauh ke saluran pernapasan, memicu iritasi hingga memperburuk kondisi bagi penderita gangguan pernapasan kronis.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil di wilayah terdampak menghadapi risiko lebih tinggi dibanding populasi umum.
Distribusi oxygen concentrator dalam jumlah besar khususnya menjadi indikasi bahwa sejumlah kasus yang ditangani sudah cukup serius,
membutuhkan bantuan pernapasan tambahan di luar penanganan standar ISPA ringan.

Yang Bisa Dilakukan Warga di Wilayah Terdampak

Bagi warga yang tinggal di area terdampak karhutla, penting untuk membatasi aktivitas luar ruangan terutama saat kabut asap sedang pekat. Gunakan masker berkualitas baik saat harus beraktivitas di luar, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat begitu muncul gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi mata yang tidak kunjung membaik.
Dengan pengerahan tenaga medis dan logistik sebesar ini, warga di wilayah terdampak diimbau untuk tidak segan memanfaatkan layanan kesehatan yang sudah disiagakan pemerintah di sekitar lokasi mereka.
Sumber:

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *