Tren Makan Pot Tanah Liat Viral di TikTok, Ahli Gizi Ingatkan Bahayanya
|

Tren Makan Pot Tanah Liat Viral di TikTok, Ahli Gizi Ingatkan Bahayanya

Dunia TikTok memang tidak pernah kehabisan tren aneh yang bikin geleng-geleng kepala.
Kali ini giliran tren makan pot mini berbahan tanah liat yang kembali ramai bermunculan di linimasa.
Video-videonya sudah ditonton jutaan kali dan memicu beragam reaksi dari warganet, mulai dari geli sampai khawatir.
Sayangnya, di balik viralnya konten ini, ada risiko kesehatan serius yang justru jarang dibahas para kreatornya.

Viral! Tren Makan Pot Tanah Liat di TikTok Bikin Heboh - RRI.co.id

Awal Mula Tren yang Bikin Heboh

Tren ini pertama kali dipopulerkan oleh seorang kreator konten bernama Janeth Herrera.
Ia mengaku mulai “ngidam” makan tanah liat saat sedang hamil, lalu mulai membagikan kebiasaannya itu ke TikTok.
Dalam videonya, ia terlihat mengonsumsi pot kecil berbahan tanah liat yang sudah diberi perasan jeruk nipis dan taburan bumbu.
Wadah tersebut disantap layaknya camilan renyah biasa, lengkap dengan suara gigitan yang khas.

Kenapa Bisa Menular ke Banyak Orang?

Seperti tren viral lainnya, format konten ini cepat ditiru banyak pengguna TikTok lain.
Sensasi suara renyah saat menggigit tanah liat, ditambah visual yang tidak biasa, membuat konten ini mudah menarik perhatian algoritma.
Banyak orang penasaran mencoba meski sebenarnya tidak sepenuhnya memahami risiko di baliknya.
Fenomena ikut-ikutan tren tanpa mempertimbangkan dampak kesehatan seperti ini memang bukan pertama kali terjadi di TikTok.

Apa Kata Ahli Soal Bahayanya?

Para ahli kesehatan secara tegas menyarankan agar tren ini tidak diikuti tanpa pertimbangan medis yang jelas.
Mengonsumsi tanah liat termasuk dalam kategori pica, yaitu kebiasaan makan zat yang tidak mengandung nilai gizi bagi tubuh.
Risiko yang mengintai cukup beragam, mulai dari gangguan pencernaan, sumbatan usus, hingga keracunan akibat kandungan logam berat yang mungkin ada dalam tanah tersebut.
Belum lagi risiko kontaminasi bakteri maupun parasit yang bisa terbawa dari tanah yang tidak steril.

Bukan Sekadar Camilan Estetik

Berbeda dengan tren makanan viral lain yang sekadar soal rasa atau visual, tren ini menyentuh area yang jauh lebih berisiko.
Sebagaimana diberitakan [Detik], fenomena ini bukan pertama kalinya tren makan bahan non-pangan muncul di media sosial.
Sebelumnya juga pernah ada tren serupa yang menyasar bahan-bahan tidak lazim demi konten yang dianggap unik.
Pola berulang ini menunjukkan pentingnya edukasi gizi yang lebih masif menyasar pengguna media sosial usia muda.

Kenapa Tubuh Tidak Butuh Ini?

Kebutuhan gizi harian sebenarnya sudah bisa terpenuhi lewat sumber pangan yang jelas dan aman, seperti sayur, buah, protein, dan biji-bijian utuh.
Jika muncul keinginan aneh untuk mengonsumsi zat non-pangan seperti tanah, es batu berlebihan, atau kapur, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
Sebab, keinginan semacam ini terkadang bisa jadi tanda adanya kondisi medis tertentu yang butuh penanganan lebih lanjut, bukan sekadar dianggap tren lucu-lucuan.

Kesimpulan

Viral di media sosial tidak selalu berarti aman untuk dicoba, apalagi kalau menyangkut sesuatu yang masuk ke dalam tubuh.
Sebelum ikut-ikutan tren makanan ekstrem berikutnya, ada baiknya selalu cek dulu dasar ilmiahnya, bukan sekadar ikut arus demi konten semata.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *