cuaca ekstrem 43 derajat
|

Cuaca Ekstrem Tembus 43 Derajat, Ini Cara Bertahan Kata Ahli Gizi

Indonesia tengah diterpa gelombang cuaca panas ekstrem yang cukup mengkhawatirkan. Sejumlah kota diperkirakan menyentuh suhu hingga 40 derajat Celsius, bahkan Surabaya diprediksi bisa mencapai 43 derajat Celsius.

Bukan Sekadar Gerah Biasa

Ngeri! AS Tengah Dihantam Cuaca Panas Ekstrem Mencapai 50 Derajat Celsius

Suhu setinggi ini membawa risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Keringat berlebih akibat cuaca ekstrem bisa membuat tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar,
bahkan meningkatkan risiko sengatan panas atau heatstroke jika tidak ditangani dengan tepat.
Sayangnya, hanya mengandalkan air putih saja terkadang belum cukup untuk mengimbangi kehilangan cairan dan elektrolit akibat cuaca ekstrem seperti ini.
Dibutuhkan strategi tambahan dari sisi asupan makanan untuk benar-benar menjaga tubuh tetap terhidrasi optimal.

Makanan Tinggi Air yang Direkomendasikan Ahli Gizi

Farzanah Nasser, ahli gizi yang fokus pada kesehatan usus, membagikan sejumlah pilihan makanan yang bisa membantu tubuh tetap sejuk dan terhidrasi.
Sekitar seperlima kebutuhan cairan harian sebenarnya bisa dipenuhi lewat asupan makanan, bukan cuma dari minuman semata.
Mentimun jadi salah satu pilihan terbaik dengan kandungan air mencapai 96 persen, disusul tomat sekitar 95 persen dan anggur lebih dari 80 persen.
Buah-buahan seperti stroberi, melon, jeruk, hingga berbagai jenis beri juga masuk daftar rekomendasi karena kandungan airnya yang tinggi sekaligus rendah kalori.

Kenapa Elektrolit Sama Pentingnya

Keringat yang keluar saat cuaca panas tidak hanya membawa cairan keluar dari tubuh,
tetapi juga elektrolit penting seperti natrium, kalium, magnesium, dan kalsium.
Kehilangan elektrolit dalam jumlah signifikan bisa memicu gejala seperti sulit berkonsentrasi, kelelahan mental, sakit kepala, hingga mudah marah.
Kombinasi air kelapa dan makanan tinggi elektrolit alami jadi pilihan lebih efektif dibanding sekadar minum air putih dalam jumlah banyak,
terutama bagi kamu yang aktivitasnya banyak dilakukan di luar ruangan saat cuaca terik.

Langkah Pencegahan Tambahan

Selain memperhatikan asupan makanan dan minuman, hindari minuman manis dan berkafein berlebihan saat cuaca sedang panas ekstrem,
karena keduanya justru bisa mempercepat proses dehidrasi. Kalau memungkinkan, batasi aktivitas fisik berat di luar ruangan pada jam-jam terpanas,
biasanya antara tengah hari hingga sore.
Jangan pernah meninggalkan siapa pun, terutama anak-anak atau lansia, di dalam kendaraan yang terparkir saat cuaca ekstrem seperti ini,
karena suhu di dalam kendaraan bisa meningkat drastis dalam waktu sangat singkat dan berisiko fatal.

Kenali Tanda Tubuh Butuh Pertolongan

Waspadai gejala seperti pusing berlebihan, mual, muntah, atau kebingungan mendadak saat beraktivitas di cuaca panas.
Gejala-gejala ini bisa jadi tanda awal heatstroke yang membutuhkan penanganan segera, termasuk memindahkan diri ke tempat teduh dan mengganti cairan tubuh secepatnya.
Sumber:

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *